INFO

Detail Kejadian : Tanah Bergerak di Desa Tegalsari Kecamatan Bruno


Tanah Bergerak di Desa Tegalsari Kecamatan Bruno

Tgl Kejadian: 30 Mei 2026 | 11:00:00 Tgl Laporan: 31 Mei 2026 | 14:47:22 Pelapor: admin jayusjob@gmail.com
Status: Laporan Valid Kejadian: -
Tanah longsor
Bencana
Bruno
Kecamatan
Tegalsari
Kelurahan
Tinggi
Kelas Bahaya
Lokasi: Lat -7.542358 | Long 109.955596
Keterangan

Dampak: Tanah gerak mengakibatkan akses jalan dusun sempat tertutup material longsoran dan mengancam lima rumah warga yang berada di sekitar lokasi kejadian. Retakan tanah dengan panjang sekitar 20 meter dan kedalaman amblasan sekitar 2 meter terpantau di area lereng. Tidak terdapat korban jiwa maupun kerusakan bangunan. Sebagai langkah antisipasi, satu keluarga atas nama Sutrisno (1 KK/4 jiwa) mengungsi sementara ke rumah kerabat yang berjarak sekitar 200 meter dari lokasi terdampak pada malam hari. Sementara itu, empat rumah lainnya milik Warsito, Murtako, Pamuji, dan Aris Mahadi masih berada dalam kondisi terancam apabila terjadi pergerakan tanah susulan. Tindak Lanjut: BPBD Kabupaten Purworejo telah melakukan asesmen dan pemantauan kondisi lokasi terdampak. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purworejo mengimbau masyarakat yang berada di sekitar lokasi untuk segera mengungsi ke tempat yang aman apabila terjadi hujan, mengingat potensi longsor susulan masih cukup tinggi. Pemerintah Desa Tegalsari bersama warga juga diimbau untuk melaksanakan kerja bakti pembuatan saluran drainase dan sekat air guna mengurangi masuknya aliran air ke area mahkota longsoran. Selain itu, BPBD Kabupaten Purworejo akan menggelar rapat koordinasi bersama Pemerintah Desa Tegalsari pada 2 Juni 2026 guna menindaklanjuti permohonan bantuan alat berat dan menentukan langkah penanganan lebih lanjut. Sementara itu, warga telah melaksanakan kerja bakti pembersihan material longsor sehingga akses jalan desa kini sudah dapat dilalui kembali oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Penyebab

Tanah gerak diduga terjadi akibat kombinasi kondisi kemiringan lahan perkebunan yang cukup curam dan minimnya vegetasi atau pohon penahan tebing di lokasi kejadian. Kondisi tersebut menyebabkan lereng menjadi labil dan rentan mengalami pergerakan tanah, terutama saat terpapar air hujan yang meningkatkan kejenuhan tanah dan mengurangi daya ikat lereng. Akibatnya, terjadi retakan dan amblasan tanah yang berpotensi berkembang menjadi longsor.

Kronologis

Tanah gerak terjadi di Dusun Silo RT 01 RW 01, Desa Tegalsari, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, pada Sabtu, 30 Mei 2026 sekitar pukul 11.00 WIB. Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh kondisi kemiringan lahan perkebunan yang cukup curam serta minimnya vegetasi atau pohon penahan tebing, sehingga lereng menjadi rentan mengalami pergerakan tanah, terutama saat terjadi hujan. Akibat kejadian tersebut, material longsoran sempat menutup akses jalan dusun dan mengancam sejumlah rumah warga yang berada di sekitar lokasi. Berdasarkan hasil asesmen, panjang retakan tanah mencapai kurang lebih 20 meter dengan kedalaman amblasan sekitar 2 meter. Meskipun demikian, hingga saat ini tidak ditemukan retakan pada bangunan rumah yang berada di area terdampak. Tercatat terdapat lima rumah yang berada dalam zona ancaman dengan jarak sekitar 15 meter dari tebing yang mengalami pergerakan tanah. Salah satu warga, Sutrisno (1 KK/4 jiwa), untuk sementara mengungsi ke rumah orang tuanya yang berjarak sekitar 200 meter dari lokasi terdampak dan hanya ditempati saat malam hari sebagai langkah antisipasi. Selain itu, empat rumah lain yang juga berada dalam area terancam yaitu milik Warsito (1 KK/2 jiwa), Murtako (4 jiwa), Pamuji (4 jiwa), dan Aris Mahadi (4 jiwa). Tidak terdapat korban jiwa maupun kerusakan bangunan dalam kejadian ini. Namun demikian, kondisi tanah di lokasi masih berpotensi mengalami pergerakan lanjutan, terutama apabila terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Menindaklanjuti kondisi tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purworejo mengimbau warga terdampak untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila turun hujan, mengingat potensi longsor susulan masih dapat terjadi sewaktu waktu. Selain itu, Pemerintah Desa Tegalsari bersama masyarakat setempat juga diimbau untuk melaksanakan kerja bakti pembuatan saluran drainase dan sekat air guna mengurangi aliran air yang masuk ke bagian mahkota tanah bergerak sehingga dapat meminimalkan risiko pergerakan tanah lebih lanjut. Terkait permohonan bantuan alat berat dari masyarakat, BPBD Kabupaten Purworejo akan melaksanakan rapat koordinasi bersama Pemerintah Desa Tegalsari pada Selasa, 2 Juni 2026, di Kantor BPBD Kabupaten Purworejo guna menentukan langkah penanganan yang diperlukan. Sementara itu, kerja bakti warga untuk membersihkan material longsoran dan membuka kembali akses jalan telah selesai dilaksanakan. Saat ini, akses jalan desa yang sebelumnya tertutup longsor sudah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Alamat

Dusun Silo RT 01 RW 01


4
Pengungsi
0
Luka Berat
0
Luka Ringan
0
Meninggal
Lapor Bencana